Followers

Showing posts with label tips latihan fitnes. Show all posts
Showing posts with label tips latihan fitnes. Show all posts

Monday, February 4, 2013

5 Variasi Push Up yang Lebih Menantang


Selama puluhan tahun push up telah menjadi satu dari sekian banyak bodyweight training yang efektif untuk meningkatkan massa otot. Selain tidak memerlukan peralatan apa pun, latihan push up bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan.


Latihan push up dapat melatih hampir seluruh otot tubuh secara merata. Kini latihan push up telah hadir dalam berbagai variasi dan tentunya dengan manfaat yang lebih besar pula. Nah, jika Anda tertarik melakukan latihan push updengan variasi yang lebih menantang, berikut 5 variasi latihan push up untuk Anda.

    Knee to Elbow Push Up










    Mulai dengan posisi push up biasa. Jaga punggung tetap lurus dan lakukan push up dengan menekan kedua tangan ke bawah. Ketika Anda membawa tubuh turun, angkat kaki kiri Anda masuk menuju siku Anda. Kembali ke posisi semula dan ulangi untuk kaki sebelah kanan.

Knee to Chest Push Up




Mulai dengan posisi push up biasa. Tekan kedua tangan Anda. Di bagian atas pushup, angkat lutut kiri hingga di bawah dada. Pastikan kaki Anda tidak menyentuh tanah. Kembalikan kaki Anda ke posisi semula, kemudian lakukan gerakan yang sama untuk kaki sebelah kanan.

Wall Push Up



Dengan posisi push up biasa, alih-alih menumpukan kaki di lantai, tumpukan kedua kaki Anda pada dinding di belakang Anda. Kemudian lakukan gerakan push up seperti biasa.Single

Arm Raise Push Up





Awali dengan posisi push up biasa. Ketika Anda mengangkat tubuh angkat salah satu tangan Anda ke atas. Lakukan 10 repetisi secara bergantian untuk masing-masing tangan.Inside

Leg Kick Push Up









Mulailah dengan posisi push up biasa. Saat di bagian atas gerakan, putar pinggang Anda dan tendang tangan kiri Anda menggunakan kaki kanan. Kembali ke posisi semula, dan lakukan gerakan berlawanan.

Nah, sekarang Anda sudah menguasai berbagai variasi dari latihan push up. Dengan variasi ini tentunya Anda tidak akan menganggap push up sebagai latihan ringan yang membosankan bukan? Tingkatkan motivasi Anda dalam berlatih push up dan dapatkan manfaat terbaik push up bagi tubuh Anda. (dan) duniafitnes

Thursday, November 22, 2012

Ini yang Terjadi saat Anda Overtraining


Overtraining bisa diartikan sebagai menurunnya kondisi tubuh akibat latihan yang berlebihan sehingga tubuh tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk memulihkan diri.

Overtraining bisa terjadi jika seseorang tidak dapat merasakan sinyal dari tubuhnya untuk beristirahat dan terus melakukan latihan.

Seseorang yang mengalami overtraining tidak akan mampu berlatih dalam performa terbaiknya bahkan hingga 8 minggu lamanya. Mengingat tubuh seseorang memerlukan waktu yang cukup lama untuk pulih dari kondisi overtraining.

Jika ini terjadi, maka orang tersebut harus  masuk dalam ‘masa regenerasi’ yang lebih panjang, di mana ia harus mengurangi intensitas latihan agar tubuh dapat benar-benar pulih dari overtraining.

Gejala yang paling sering ditemui ketika tubuh mengalami overtaining adalah menurunnya kemampuan tubuh, kelelahan, hilangnya motivasi, depresi, peningkatan denyut jantung saat istirahat dan kram otot.

Faktor lain yang turut memperburuk kondisi overtraining adalah gizi yang tidak memadai, intensitas latihan  yang berlebihan dan kurangnya jam tidur.

Dilaporkan bahwa lebih dari 60 persen pelari jarak jauh, 50 persen pemain sepakbola, dan 33 persen pemain bola basket yang menjalani 6 minggu masa latihan menunjukkan tanda-tanda dan gejala mengalami overtraining.

Tak hanya mengganggu performa atletik atlet yang bersangkutan, namun kondisi ini menempatkan atlet tersebut pada risiko cedera. Musculoskeletal injuriesmerupakan cedera paling umum yang dapat terjadi pada atlit yang mengalami overtraining. Cedera ini termasuk kram otot, keseleo dan bahkan memar di bagian tubuh tertentu.

Mekanisme Overtraining

Overtraining merupakan mekanisme tunggal dan tidak bertanggung jawab atas semua gejala yang bisa terjadi. Hal ini diketahui bahwa latihan yang intensif menyebabkan terlepasnya hormon stres seperti katekolamin dan glukokortikoid.

Singkatnya, hal ini akan menyebabkan perubahan metabolisme otot sehingga otot akan lebih mudah memecah diri untuk bahan bakar daripada menggunakan glikogen. Hal ini juga memungkinkan bahwa sitokin mungkin bertanggung jawab dalam beberapa aspek penyebab overtraining.

Sitokin adalah protein yang dilepaskan selama periode microtrauma yang terjadi akibat latihan intensitas tinggi terutama pada sendi, otot dan jaringan ikat. Sitokin memulai respon dirinya dengan memberikan rasa sakit yang dapat menekan fungsi kekebalan tubuh dan perubahan mood.

Nutrisi dan Overtraining

Selain itu, masih banyak orang yang mengalami kekurangan gizi sehingga dapat mempercepat  overtraining. Tidak sedikit yang meremehkan asupan gizi yang perlu dikonsumsi untuk mendukung program latihan yang intens. Selain mempercepat overtraining, asupan gizi yang kurang juga dapat mempengaruhi berat badan dan menurunkan performa fisik.

Beberapa orang nampaknya mengalami ketakutan dalam mengasup karbohidrat, karena menganggap bahwa karbohidrat yang bertanggung jawab menaikkan berat badan. Seseorang  yang tidak mengasup cukup karbohidrat sepanjang hari tidak akan memiliki jumlah glikogen yang cukup untuk berlatih. Mengingat  karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh.

Banyak pula atlet yang masih kekurangan asupan lemak dalam tubuh mereka, karena menganggap bahwa makanan berlemak dapat menyebabkan berat badan bertambah. Padahal lemak sehat dalam makanan masih dibutuhkan untuk melindungi diri dari radikal bebas dan melancarkan peredaran darah.

Tak hanya itu, lemak sehat juga berperan dalam meningkatkan metabolisme tubuh, massa otot dan produksi hormon pertumbuhan seperti testosteron. Sumber gizi lain yang sering diabaikan adalah protein. Protein merupakan makanan terbaik bagi otot setelah berlatih sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Setelah masa latihan intens, tubuh akan berada dalam keadaan katabolik, yaitu proses pemecahan otot menjadi energi. Tentunya bukan ini yang diharapakan. Nah, agar tubuh tidak masuk ke dalam fase katabolik maka nutrisi penting pasca latihan seperti karbohidrat dan protein, memegang peran penting untuk mengembalikan tubuh ke dalam fase anabolik (pembentukan otot)

Faktor Penting Lain

Nutrisi memang berperan penting dalam mencegah overtraining, namun ada faktor lain yang juga berpengaruh terhadap overtraining, yaitu tidur. Tidur adalah cara terbaik agar tubuh memulihkan diri secara optimal, terutama setelah melakukan latihan intens.

Tidur 7-8 jam setiap malam adalah rentang waktu yang dianjurkan agar tubuh dapat memulihkan diri saat tidur.

Setiap orang memiliki kemampuan memuilihkan diri yang berbeda. Jika satu individu dapat pulih hanya dengan 6 jam per hari belum tentu orang lain dapat melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, menyusun program latihan dari tingkat ringan, sedang, hingga latihan berat bisa membantu Anda untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri.

Oleh karena itu, agar Anda terhindar dari overtraining dan mendapatkan hasil terbaik dari latihan Anda, maka cukupilah kebutuhan nutrisi tubuh, istirahatlah yang cukup dan buatlah program latihan yang sesuai dengan kemampuan tubuh Anda. (dan)

source dunia fitnes

Wednesday, October 24, 2012

Karakter Program Latihan Beban Yang Baik

Banyak orang berlatih dengan keras namun belum mendapatkan hasil yang diinginkan. Hal ini terjadi karena mereka melakukan latihan beban dengan teknik yang salah dan hanya meniru gerakan orang tanpa tahu tujuan yang sebenarnya. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat Anda berlatih beban, yaitu:  

Sesi Latihan Sebaiknya Pendek
Waktu maksimum latihan beban sebaiknya tidak lebih dari 60 menit. Setelah 60 menit, tingkat hormon pembentuk otot serta pembakaran lemak (seperti hormon pertumbuhan serta hormon testosteron) mulai menurun. Selain itu, glikogen (karbohidrat tersimpan) dalam tubuh yang menjadi sumber energi utama otot untuk kontraksi sudah habis. Apabila Anda berlatih lebih dari 60 menit, berarti Anda buang-buang waktu karena tubuh sudah kehabisan hormon-hormon atau sumber energi yang diperlukan untuk pembentukan otot. Jika Anda memaksakan diri, maka Anda akan mengalami overtraining, suatu kondisi di mana tubuh Anda tidak pulih dari suatu sesi latihan beban tertentu. Hal ini mengarah kepada kehilangan massa otot dan kekuatan.

Persingkat Istirahat Antar Set
Istirahat antar set yang lebih singkat (tidak lebih dari 2 menit) dapat meningkatkan kemampuan sistem kardiovaskular dan yang paling penting yaitu memaksimalkan output hormon pertumbuhan, yaitu hormon pembakaran lemak dan pembangun massa otot. Selain itu, pola istirahat ini juga meningkatkan efek volumisasi otot dan membuat otot tampak keras dan penuh.


Jangan Terlalu Banyak Repetisi
Dalam tiap set latihan beban, cukup lakukan 6-8 repetisi. Dalam kisaran inilah output pertumbuhan hormon dapat dimaksimalkan. Selain itu, dengan 6-8 repetisi tiap set Anda akan dapatkan pumping (aliran darah menuju otot) tinggi yang membawa nutrisi ke sel otot dan membantu otot-otot tersebut pulih dan terbangun kembali lebih cepat. Rentang repetisi ini juga mencegah Anda dari risiko cedera akibat melakukan repetisi yang terlalu banyak.

Latihan Harus Progresif
Progresif artinya menambahkan berat pada beban setiap kali otot mulai beradaptasi dengan beban sebelumnya. Misalnya, jika Anda mulai terbiasa dengan menggunakan beban seberat 15kg dengan 6-8 repetisi, maka naikkan beban Anda menjadi 20-25 kg dengan repetisi yang sama. Lebih baik meningkatkan jumlah beban daripada menambah repetisi dengan beban yang sama. Tujuan utama dari program latihan beban adalah untuk meningkatkan perkembangan secara teratur dan progresif dalam meningkatkan massa dan definisi otot.

Latihan Perlu Variasi
Hal ini penting sekali jika Anda ingin mendapatkan pertambahan kekuatan dan definisi otot secara berkesinambungan serta mengurangi kejenuhan. Variasi latihan bukan berarti mengubah total jenis latihan dalam program Anda. Variasi dapat dilakukan dengan mengubah gerakan dengan gerakan lain yang memiliki fungsi sama atau lebih baik dari gerakan sebelumnya.

Latihan Harus Berdasarkan Free Weight Exercises
Latihan berdasarkan free weight exercises dapat memberikan hasil maksimal karena latihan ini merekrut lebih banyak serabut otot daripada menggunakan mesin. Selain itu, tubuh didesain untuk bisa bergerak dalam 3 dimensi. Jika Anda menggunakan mesin, gerak tubuh menjadi terbatas dan serabut otot yang terlatih lebih sedikit. Namun, bukan berarti latihan menggunakan mesin tidak baik bagi Anda. Bagaimanapun juga ada beberapa jenis latihan isolation yang membutuhkan mesin untuk perkembangan otot Anda.
Mulailah latihan beban dengan memahami cara berlatih yang baik dan benar. Pengetahuan tentang teknik latihan beban yang baik akan membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari latihan yang Anda lakukan. Selamat berlatih!

Source Dunia Fitnes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...