Followers

Showing posts with label latihan fitnes. Show all posts
Showing posts with label latihan fitnes. Show all posts

Tuesday, May 28, 2013

Ingin Tubuh Ideal di Usia Remaja? Ini Caranya!



Memulai program latihan beban dengan tepat sejak dini akan menjadi titik awal yang baik untuk mencapai kemajuan yang optimal dalam jangka panjang.

Usia potensial untuk meningkatkan pertumbuhan otot optimal adalah pada akhir masa remaja antara 18-19 tahun dan sepanjang usia 20-an. Pada kisaran ini kadar testosteron berada pada puncaknya seiring dengan masa pubertas.

Banyak yang bertanya apakah mereka sudah boleh memulai latihan beban sejak usia muda? Boleh saja, tetapi pastikan Anda perhatikan 7 hal berikut.
Mulai Secara Bertahap

Berikan banyak waktu bagi diri Anda untuk melakukan pemanasan dan pendinginan dengan berjalan santai atau peregangan lembut. Kemudian pilihlah beban yang ringan terlebih dahulu sebelum Anda mengangkat beban yang lebih berat. Tambah beban latihan secara bertahap seiring tubuh beradaptasi dengan latihan tersebut.

Perlu Anda ingat bahwa ego di usia remaja yang terkadang meledak-ledak dan ingin mendapatkan hasil instan, tidaklah efektif untuk perkembangan otot Anda. Lakukan latihan secara perlahan tapi pasti, karena kemampuan Anda akan meningkat dengan sendirinya.
Gunakan Jasa Personal Trainer

Bila perlu, gunakan jasa personal trainer untuk membantu menguasai berbagai teknik latihan beban yang sesuai dengan tujuan Anda. Berlatih dengan teknik yang tepat dapat mencegah cedera dan berpeluang mencapai hasil latihan terbaik. Pastikan personal trainer yang mendampingi Anda memiliki kualitas dan attitude yang baik.
Jangan Banyak Ngobrol

Beberapa remaja pergi ke gym karena hanya ingin bersosialisasi. Dan ini tidak salah. Tetapi terlalu banyak ngobrol hanya akan membuang waktu Anda dan fokus Anda untuk membentuk otot akan buyar. Jika ingin ngobrol, sebaiknya lakukan di luar gym setelah latihan agar tidak mengganggu member lainnya.
Tertib dan Rapi

Setelah menggunakan peralatan di gym, simpan kembali beban tersebut di tempat yang seharusnya agar orang lain tidak kesulitan menggunakannya. Selain melatih otot, latihan kedisiplinan juga penting untuk membangun mental yang baik.
Jangan Begadang

Remaja identik dengan begadang. Mulai sekarang ubah kebiasaan tersebut agar perkembangan otot bisa terjadi secara maksimal. Pada usia remaja, pertumbuhan berada pada tingkat maksimum. Dan perkembangan otot terjadi ketika Anda tidur. Jadi, kurangi kebiasaan begadang dan dapatkan tidur berkualitas 7-8 jam/ hari.
Jaga Pola Makan

Jika latihan sudah menjadi rutinitas, kini saatnya mengatur pola makan. Untuk meningkatkan pertumbuhan otot, meningkatkan asupan protein adalah hal wajib yang perlu Anda lakukan, karena protein adalah bahan baku pembentuk otot.

Kebutuhan protein harian bisa Anda dapatkan dari whey protein, putih telur, atau dada ayam ditambah dengan buah-buahan segar seperti apel, jeruk, atau stroberi yang menyediakan berbagai vitamin dan mineral.
Tentukan Target Yang Realistis

Pastikan Anda menciptakan dan mempertahankan tujuan yang realistis. Latihan beban adalah proses bertahap, bersabarlah karena perlahan tapi pasti latihan Anda akan menunjukkan hasilnya.

Jadilah remaja yang aktif, produktif, dan kembangkan prestasi. Agar lebih termotivasi, tidak ada salahnya Anda mengikuti event body contest yang digelar bagi pemula di daerah Anda. Good luck. (dan)DuniaFitnes

Wednesday, December 5, 2012

Cedera Bahu, Atasi Dengan Tepat



Cedera pada bahu merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami pada saat berolahraga, selain lutut dan pergelangan kaki. Namun, meskipun cedera pada sendi bahu merupakan hal yang umum, namun sebaiknya Anda tidak meremehkannya. Nyeri yang berkepanjangan malah akan membuat fungsi tubuh Anda terganggu. Untuk itu, ketika Anda mengalami cedera pada sendi bahu Anda, segera atasi secara tepat.

Apa Yang Terjadi Ketika Anda Mengalami Cedera Bahu?
Sendi bahu merupakan bagian yang sangat tidak stabil. Dan di sendi bahu, tendon yang sangat berperan adalah rotator cuff dan biceps. Beberapa cedera sendi bahu yang paling sering terjadi, antara lain subacromial bursitis, supraspinatus tendinitis, long head biceps tendinitis, rotator cuff tendonitis hingga sobekan rotator cuff (rotator cuff tear). Gejala dan tanda klinis yang dialami bervariasi, mulai dari ringan sampai berat. Cedera tersebut dapat mengakibatkan nyeri sendi yang sangat pada saat bergerak maupun istirahat. Di antara beberapa jenis cedera tersebut, kali ini kita akan membahas salah satunya, yaitu shoulder tendonisitis atau rotator cuff tendonitis.

Apa Itu Shoulder Tendonitis atau Rotator Cuff Tendonitis?
Shoulder tendonitis (atau rotator cuff tendonitis) adalah salah satu kondisi paling umum terjadi pada persendian bahu (rotator cuff). Penting untuk diketahui bahwa shoulder tendonitis hanya bagian dari masalah dan mengarah ke shoulder bursitis. Faktor umum penyebab rotator cuff tendonitis adalah olahraga. Tetapi terkadang gangguan ini juga bisa terjadi pada orang-orang di atas usia 40 tahun.

Rotator cuff tendonitis juga dikenal sebagai Swimmer’s shoulder, Pitcher’s shoulder, Shoulder impingement syndrome, Tennis shoulder atau Shoulder Bursitis. Rotator cuff tendonitis adalah suatu peradangan (iritasi dan pembengkakan) pada tendon bahu. Biasanya efek pelemahan pada bahu hanya terasa ringan sampai sedang.

Bagaimana Mengatasinya?
Secara umum, pemulihan cedera pada sendi bahu memerlukan waktu. Untuk mempercepat waktu pemulihan agar Anda dapat berlatih kembali, gunakan formula RICE (Rest atau istirahat; Ice atau kompres dengan es; Compression atau beri tekanan dengan menggunakan membalutnya dengan perban khusus; dan Elevation atau tinggikan bagian yang mengalami cedera). Penyembuhan jaringan lunak, seperti bahu, seringkali membutuhkan waktu antara 4 hingga 6 minggu.

Sedangkan perawatan untuk cedera rotator cuff dapat meliputi: istirahat, pengobatan anti peradangan, latihan kekuatan, terapi ultrasound, injeksi corticosteroid atau operasi (untuk cedera berat). Ada beberapa jenis latihan tertentu untuk membantu Anda memperkuat otot-otot di bahu Anda (terutama otot-otot rotator cuff, bagian yang membantu dalam gerakan bahu melingkar). Latihan-latihan ini tidak menyebabkan rasa sakit. Jika terasa sakit saat latihan, hentikan, periksakan ke dokter Anda, kemudian mulai kembali berlatih dengan beban yang lebih ringan.

Setelah mengetahui pentingnya untuk segera mengatasi cedera bahu Anda, maka jika Anda mengalami cedera pada sendi bahu, segera atasi dengan cepat dan tepat, agar Anda bisa segera kembali ke gym. Selamat berlatih dengan aman!

dunia fitnes

Thursday, November 8, 2012

Latihan Untuk Membentuk Otot Betis




Betis adalah salah satu kelompok otot yang paling sulit untuk dilatih dan dibentuk. Beberapa orang bahkan terlahir dengan ukuran betis yang kecil. Bahkan banyak juga binaragawan yang memiliki bentuk kaki dan betis yang kurus sehingga mereka terlihat seperti tokoh komik dengan bentuk badan segitiga, besar di atas dan kecil mengerucut ke bawah.

Hal ini membuat mereka bertanya apakah latihan yang selama ini dilakukan tidak memiliki pengaruh pada otot betis dan kaki? Banyak binaragawan yang melatih betis sampai habis-habisan karena frustasi dengan pertumbuhan otot betis yang sangat lambat.

Cara Melatih Otot Betis

Para binaragawan harus memiliki bentuk dan ukuran betis yang sempurna untuk keseimbangan sehingga bentuk tubuhnya terlihat proporsional. Bentuk proporsional ini adalah bentuk simetris yang ideal dengan ukuran betis, bisep dan leher yang sama.

Kunci untuk pertumbuhan otot betis adalah dengan menantang betis Anda untuk melakukan latihan dengan set yang padat, superset, dam descending set setiap hari dalam seminggu. Satu-satunya cara untuk merusak sekaligus membangun otot betis adalah dengan melakukan latihan yang berat dengan intensitas tinggi hingga hingga batas kemampuan maksimum.

Prinsip dasar latihan untuk otot betis adalah untuk membanjiri otot dengan darah guna membuka ruang baru untuk pertumbuhan otot. Peningkatan aliran darah ke otot akan membantu penyebaran oksigen dan berbagai faktor lain seperi nutrisi dan asam amino yang membantu pemulihan dan pertumbuhan otot.

Lakukan latihan dengan beban yang sangat ringan setiap akhir set latihan rutin sebanyak 2 kali per minggu. Lakukan repetisi sebanyak yang Anda mampu hingga batas kekuatan maksimal.
Tips Latihan Untuk Betis
Berikut ini adalah tips untuk membantu Anda membentuk otot betis:

    Ball Of The Foot & Toe Position
   
Untuk memberikan tekanan ke otot betis, fokuslah pada beban yang diberikan dari bola latihan kepada kaki. Untuk membantu memberi tekanan pada bagian betis yang berbeda, cobalah untuk mengarahkan jari kaki kearah betis dalam, kemudian arahkan ke betis luar.
   
     Slow Controlled Reps
  
Untuk menghindari otot tendon ikut terlatih, lakukan latihan untuk betis dengan gerakan lambat dan terkendali.
   
     Burn Out
   
Setelah melakukan standing calf presses, lakukan latihan berat dengan repetisi sebanyak mungkin hingga Anda benar-benar merasa lelah. Untuk seated calf presses, berdiri di lantai sekali lagi, kemudian tekuk lutut seperti posisi jongkok.

Untuk melatih betis, usahakan Anda melakukan 2 jenis latihan untuk betis. Cobalah untuk mengkombinasikan latihan seperti seated dengan standing.

Cobalah tips singkat ini untuk membentuk otot betis yang Anda idamkan selama ini. Semoga berhasil!

Dunia Fitnes

Tuesday, October 30, 2012

Tingkatkan Kekuatan Angkatan Bench Press Anda


Aktifkan Otot Besar Untuk Tambah Berat Beban Bench Press

Meningkatkan berat bench press dengan meningkatkan kontraksi kelompok otot besar akan meningkatkan power yang dihasilkan pada otot utama yang terlibat saat melakukan latihan bench press.

Salah satu tips latihan bench press yang paling penting adalah untuk menjaga kontraksi seluruh tubuh melalui durasi angkatan. Konsep sederhana ini dapat meningkatkan kekuatan bench press secara langsung, terutama jika kelompok terbesar otot tubuh mengalami kontraksi yang terkonsentrasi. Karena sistem saraf bekerja melalui sistem kabel, kontraksi otot di dekatnya dapat merangsang otot-otot untuk bekerja lebih keras.
Kontraksi yang kuat dalam beberapa kelompok otot dapat mengurangi hambatan sistem saraf yang dapat mengurangi kekuatan. Mengaktifkan otot inti dapat meningkatkan berat yang digunakan dan membuat latihan bench press Anda lebih efektif.

Aktifkan Latissimus Dorsi Untuk Tingkatkan Kekuatan Bench Press

Otot pertama yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan teknik bench press adalah latissimus dorsi. Latissimus dorsi sebenarnya berarti “otot punggung terluas” dan mengkontraksikan otot ini dalam bench press memiliki dampak luas dalam peningkatan kekuatan angkatan Anda.
Karena merupakan otot besar, kontraksi yang lebih besar akan mengaktifkan otot utama bench press, yaitu otot pectoralis dan tricep. Selain itu, kontraksi latissimus dorsi akan menjaga bahu tetap stabil dan memungkinkan kekuatan yang lebih tinggi.

Aktivasi Glute dan Teknik Bench Press

Otot-otot penting berikutnya untuk meningkatkan bench press Anda adalah glutes atau otot pantat. Sebagai otot terbesar tubuh, glutes dapat mengaktivasi otot-otot utama bench press dengan lebih kuat. Selain itu, kontraksi glutes membantu menyokong punggung bawah, mempertahankan posisi tulang belakang yang kuat dan mencegah cedera.

Tingkatkan Berat Bench Press Dengan Tekanan Intraabdominal
Sama pentingnya dengan latissimus dorsi, otot-otot perut penting untuk meningkatkan kekuatan bench press Anda. Kontraksi otot-otot perut mengurangi hambatan kekuatan dalam beberapa cara. Seperti glutes dan lats, mengaktifkan otot-otot perut besar akan menginduksi kontraksi lebih kuat dari otot-otot lain. Selain itu, menguatkan perut Anda akan meningkatkan kekuatan total dengan meningkatkan tekanan intraabdominal. Merangsang reseptor tekanan di perut bakan mengurangi hambatan sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan kekuatan dengan signifikan.

Mengaktifkan kelompok otot besar seperti lats, glutes, dan abs memiliki dampak besar pada kekuatan Anda. Sinyal saraf ke otot pun dapat ditingkatkan oleh kontraksi otot di dekatnya. Selain itu, tidak hanya meningkatkan berat angkatan bench press, tapi teknik latihan seperti yang disarankan di atas juga akan membantu meningkatkan kekuatan otot Anda melalui latihan populer ini. Selamat berlatih!

Source Duniafitnes.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...